Masuk

Ingat Saya

UUD 2016 – Teroris Butuh Uang

UUD 2016 > Undang-Undang Dasar 2016 (baca ; Ujung-Ujungnya Duit untuk semua tujuan yang ada sampai tahun 2016 ini)

Berganti tahun ya tinggal ganti angka tahun nya saja 🙂
Siapa yang tidak butuh duit/uang ?
Saya sebagai penulis ingin curhat dulu sedikit 🙂
Penulis saat ini berumur 38 tahun,sudah tidak masuk kriteria syarat maksimal 35 tahun untuk mengikuti Lomba karya tulis,dkv,tekhnologi yang diselenggarakan oleh PMD-BNPT.
So what ? no problemo,misi damai harus tetap berlanjut,aspirasi semoga tersampaikan,minimal aspirasi penulis dibaca oleh sebagian netizen yang peduli,tidak mendapat duit dari PMD-BNPT sementara ini ya no problemo juga 😀

Media cetak,media digital/elektronik apapun bentuk sistem nya tetap dipergunakan sebagai sarana mencari keuntungan ekonomi berupa duit.
Terrorist,
pelaku teror apakah mereka juga butuh kemapanan ekonomi ?

TERORIS BUTUH UANG ?

Tergantung dari kriteria bentuk dan jenis teror yang bagaimana dulu ‘mereka’ melakukannya.
Teror yang dilakukan melalui media publik sebagai sarana penyampaian pesan sesuai misi yang dimiliki oleh pelaku secara personal maupun kelompok atau golongan tertentu,itu sangat jelas sekali ujung-ujungnya duit.
Namun apabila teror yang dilakukan di tempat umum,ruangan terbuka maupun ruangan tertutup dengan maksud memaksimalkan jumlah korban jiwa,apakah ‘mereka’ juga masuk dalam kriteria pelaku individu atau pun kelompok yang butuh duit ? Keluarga sang pelaku yang ditinggalkan apakah bisa dianggap sebagai penadah uang dari hasil kerja mereka ?

Share Berita Kejadian Teror

BOOM…!!!
Banyak kalimat menggunakan tanda tanya diatas.
Semua muncul dari pantauan media sosial yang banyak kita pergunakan sebagai ajang komunikasi antar penduduk dunia.Tanpa sadar kita pun sering kali menjadi bagian dari rantai terorisme tersebut.
Banyak teman dengan respon cepat melebihi satuan kecepatan suara,mebagikan berita-berita kejadian teroris yang akhirnya memunculkan komentar-komentar bernada teror juga.Seringkali pula sengaja menampilkan berita kejadian teror tersebut dengan menambahi kalimat-kalimat bernada provokasi.
Ternyata efek boom tersebut tidak hanya cukup dirasakan di satu TKP saja namun sebarannya yang sering pula berimbas terhadap pincangnya sosialisme diantara mereka para pengguna media sosial itu sendiri.
Besar ataupun kecil jumlah korban di satu TKP,telah berhasil menggoyang sosialisme banyak umat manusia di lain tempat.

Yogyakarta 07 Juli 2016
#Yanuar#

yanuari
Dengan
Pekerja di bidang pariwisata Yogyakarta,pengamat budaya,pelayan kemanusiaan di bidang kebencanaan alam,pegiat dunia maya aktif.