Masuk

Ingat Saya

Jogja Harus Damai

Lha kok…?
Memangnya Jogja sekarang si-kon nya lagi chaos ? Semua tergantung bagaimana cara pandang masyarakat/publik menilai situasi dan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini.Mulai dari jalan raya,pusat perbelanjaan,public space/tempat umum seperti lokasi wisata yang memang menjadi andalan ekonomi bagi kebanyakan orang yang berdomisili di DIY.

DIY saat ini sudah bisa dijadikan sebagai ‘mercusuar’ NKRI,dengan sikap tanpa bermaksud men-dua-kan DKI sebagai Ibu kota NKRI.Pluralisme yang ada di DIY tidak bisa disepelekan dari segi apapun.Sebagai bagian wilayah administrasi politik yang di-istimewa-kan,seringkali pula DIY menjadi tempat pengambil keputusan dan patokan dalam kebijakan politik NKRI.

Kebebasan ber-ekspresi,mengutarakan pendapat,kebebasan ber-komunitas,hingga kebebasan memberikan penilaian terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,sudah tidak bisa ditutupi lagi dengan suatu hal yang bersifat ‘kamuflase’ kejadian,apapun kejadian itu.Banyak contoh yang bisa disimak dari publik itu sendiri,salah satu contoh yang sangat lebar ‘layar’ nya adalah aplikasi media sosial Facebook,disamping banyak lagi aplikasi-aplikasi lainnya.WNI,Warga Negara Indonesia yang berdomisili di daerah terpencil sekalipun,saat ini sudah tidak lagi ‘buta’ tekhnologi.Gadget dengan beragam harga,ibaratkan ”Pusaka Keris” bagi kehidupan sehari-hari.

TERORISME SOSIAL & BUDAYA

Berikut 5 slogan dari 4 Kabupaten dan Kotamadya yang ada di Yogyakarta :
Kotamadya Yogyakarta “Yogya Berhati Nyaman”
Kepanjangan dari “Bersih, Sehat, Indah, Nyaman”
Kabupaten Sleman “Sembada”
Kepanjangan dari “Sehat, Elok dan Edi, Makmur dan Merata, Bersih dan Berbudaya,
Aman dan Adil”
Kabupaten Bantul “Projo Taman Sari”
Kepanjangan dari “Produktif Profesional, Ijo Royo-royo, Tertib, Aman,
Sehat, Asri, Sejahtera, Demokratis, Agamis”
Kabupaten Gunung Kidul “Handayani”
Kepanjangan dari “Hijau, Aman, Normatif, Dinamis, Amal, Yakin, Asah Asih Asuh, Nilai Tambah dan Indah”
Kabupaten Kulon Progo “Binangun”
Kepanjangan dari “Beriman, Indah, Nuhoni, Aman, Nalar, Guyup, Ulet, Nyaman”

Sempurna,satu kata representatif global dari slogan-slogan yang ada di DIY.Dibalik semua slogan-slogan tersebut di atas,kita janganlah terlena sampai menutup indera mata,mata hati,telinga,apalagi sampai ‘lost memory’,jadi lupa ingatan akan beberapa kejadian yang sudah terlanjur terjadi di wilayah DIY dan sangat mungkin terulang kembali :
Begal,tawuran antar genk,vandalisme,chaos supporter bola,genk motor,genk komunitas,intoleransi,kematian massal akibat minuman oplosan,tindak pidana pencurian kos-kos an,warnet mesum,transaksi sex on-line,lokalisasi,salon plus-plus,penyerbuan sporadis LP Cebongan,kematian simpatisan partai,sengketa tanah,narkoba,dll.

Semua hal ‘berbau’ negatif sangat mudah disimak,informasi cepat tersebar hanya melalui satu aplikasi media sosial.Postingan positif seolah-olah tiada arti,mudah tertutup oleh postingan-postingan dari para bulliers,hatters yang sengaja memancing di air keruh.Informasi berita sangat cepat tersebar dan sangat cepat pula berganti dengan berita lain,sehingga cepat lupa akan kejadian sebelumnya.Pastinya,artikel ini bakal penuh dengan link-link berita dari media sosial,itu pun belum tentu valid isi berita dengan kenyataan kejadian yang sebenarnya.Akan kita bahas di lain kesempatan mengenai link-link tersebut dan bersumber dari banyak grup-grup komunitas ‘dumay’ yang ada di Yogyakarta.

Teror kehidupan sosial dan budaya sehari-hari masyarakat Jogja dan Indonesia pada umumnya sudah terancam ‘abrasi’ moral.Yang amat disayangkan para pelaku teror itu adalah dari lingkungan terdekat kita sendiri.Teror kepada budaya yang santun dan penuh kearifan,menuju kegagalan dalam ber-INDONESIA.Haruskah demikian ?
Artikel perdana ini saya persembahkan hanya sebagai bacaan pembuka untuk misi damai,misi anti teror.Tipis atau tebal nya asap,sebagai indikator besar atau kecil nya api yang membara.
Salam damai.

Yogyakarta,24 Juni 2016

**Yanuar**

 

 

 

yanuari
Dengan
Pekerja di bidang pariwisata Yogyakarta,pengamat budaya,pelayan kemanusiaan di bidang kebencanaan alam,pegiat dunia maya aktif.